Mengenal Seppuku, Ritual Bunuh Diri Para Samurai Jepang | Belajar Bahasa Jepang Bersama Mengenal Seppuku, Ritual Bunuh Diri Para Samurai Jepang | Belajar Bahasa Jepang Bersama

Mengenal Seppuku, Ritual Bunuh Diri Para Samurai Jepang

Sobat BJB pasti pernah dengar dong kata seppuku? Hmm, belum pernah kah? Kalau harakiri? Kayaknya untuk warga asing lebih terkenal kata harakiri daripada seppuku ya. Riizhu juga awal tahunya itu kata harakiri. Dulu, saat main game PS1 sama teman pas main game Tenchu 2, ada teman yang menyetuk harakiri setelah si karakter utama (Rikimaru) gunain jurus menikam perut sendiri dan mengurangi HPnya. Sama di game Tekken ada karakter samurai bernama Yoshimitsu, temenku juga gunain trik menikam diri sendiri dan mengurangi HPnya sendiri. Itu jurus gak guna banget sih, tapi entah kenapa banyak yang mencoba gunain(≧∇≦).

Mengenal Seppuku/Harakiri

Arti Seppuku / Harakiri

Kata seppuku (切腹) atau harakiri (腹切り) menggunakan dua kanji yang berarti perut dan potong, jadi secara bahasa berarti "potong perut". Sedangkan secara istilah berarti suatu bentuk ritual bunuh diri yang dilakukan oleh samurai di Jepang dengan cara merobek perut dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah kegagalan saat melaksanakan tugas dan/atau kesalahan untuk kepentingan rakyat.

Tata Cara Seppuku

Seppuku juga ada aturannya guys, jadi tidak asal memotong perut saja. Seppuku termasuk bagian dari kode kehormatan Bushido (nilai-nilai kesatria dari seorang Samurai). dilakukan secara sukarela oleh samurai yang menginginkan mati terhormat daripada tertangkap musuh (dan disiksa), atau sebagai bentuk hukuman mati untuk samurai yang telah melakukan pelanggaran serius, atau dilakukan berdasarkan perbuatan lain yang memalukan. Ritual memotong perut pada seppuku dilakukan di hadapan para saksi mata, samurai menusukkan sebuah pedang pendek (tantou) ke arah perut, dan menggunakan pedang pendek tersebut untuk melakukan gerakan mengiris perut dari arah kiri ke kanan. Setelah itu saat darah mengucur deras karena perut sudah robek ternganga, si pelaku Seppuku dengan menahan rasa sakit harus mengeluarkan isi perutnya dan menunjukannya. Beberapa saat kemudian sang algojo yang berjaga di belakang langsung menebas leher si pelaku Seppuku hingga putus. Dengan itu kehormatan sang Pelaku kembali pulih seperti semula, rasa malu yang timbul di anggap hilang dan pemimpin akan menganggapnya bawahan yang baik.

Weh, serem sekali ya guys ritualnya. Meski sudah tidak ada lagi ritual seppuku ini tapi budaya malu di Jepang sangat kental, banyak pejabat-pejabat Jepang yang meskinya baru diisukan korupsi atau didemo karena dianggap gagal mengurusi pemerintahan, mereka langsung bertanggung jawab dengan cara mengundurkan diri. Agak beda dengan pejabat di negeri ini, yang meski sudah didemo puluhan ribu orang, atau sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi masih belum mau melepas jabatannya. Malah, banyak bekas koruptor yang ingin mencalonkan lagi. Hehe, kembali ke laptop. Dan mungkin saja (ini menurut admin pribadi ya) fakta sejarah mengenai seppuku ini memiliki andil besar penyebab banyaknya yang bunuh diri di Jepang dan negara tetangga.

Ritual Seppuku

Perbedaan Seppuku dan Harakiri

Lalu apa perbedaan antara seppuku dan harakiri? Setelah Riizhu coba googling mencari perbedaan keduanya. Ternyata katanya sama saja, akan tetapi orang Jepang lebih mengenalnya dengan istilah Seppuku karena dianggap lebih halus/sopan. Sedangkan di kalangan internasional istilah harakiri lebih populer. Bahkan, saking populernya. Orang yang bunuh diri dengan cara apapun (tidak dengan memotong perut dan menjalaninya sesuai ritual) juga mereka sebut harakiri. Misalnya nih ada orang yang siap-siap nunggak baygon lalu dia bilang "Mending gua harakiri aja nih", atau loe lihat temen loe yang habis diputusin pacarnya terus nempelin pisau di lehernya terus loe bilang "Mau apa loe, mau harakiri kah, jangan bro, itu dosa?"Itu bukan harakiri/seppuku lagi namanya, tapi jisatsu (自殺) : bunuh diri(¯―¯٥).

Oke guys, itu saja info yang bisa Riizhu bagikan tentang ritual seppuku/harakiri. Buat sobat BJB, jangan sampai ada yang melakannya ya, sakit dan dosa. Manusia itu makhluk yang tidak sempurna, jadi tidak luput dari kesalahan, jika kita melakukan kesalahan, bahkan kesalahan sebesar apapun, pintu taubat masih terbuka lebar karena Tuhan maha penganpun. Kemudian kita memiliki kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi manusia yang lebih baik lagi. Ijou desu, sekian postingan kali ini.
Baca Juga

Komentar