Grammar / Tata Bahasa ~te shimau, ~chau, ~jau (~てしまう~ちゃう~じゃう) | Belajar Bahasa Jepang Bersama Grammar / Tata Bahasa ~te shimau, ~chau, ~jau (~てしまう~ちゃう~じゃう) | Belajar Bahasa Jepang Bersama

Grammar / Tata Bahasa ~te shimau, ~chau, ~jau (~てしまう~ちゃう~じゃう)

Kali ini kita akan mempelajari salah satu grammar yang cukup sering digunakan, dan tentunya sangat perlu untuk dipelajari, kita akan mempelajari bagaimana cara menggunakan tata bahasa ~te shimau (てしまう) dan konjugasi-konjugasinya. pertama-tama kita akan belajar cara membuat kalimat ~te shimau (~てしまう) ini dulu, caranya gampang sobat cukup tempelkan shimau (しまう) setelah kata kerja bentuk-te (buat yang belum tahu kata kerja bentuk-te baca di sini: kata kerja bentuk-te) selanjutnya sobat bebas mengkonjugasikannya ke bentuk lampau, masu-kei atau lainnya. Dan kata kerja yang ditempeli grammar ~te shimau ini akan mempunyai arti sesuatu yang dilakukan dengan ketidaksengajaan atau sang pelaku sebenarnya tidak ingin melakukannya/hal tersebut terjadi. Contoh:
財布を落としてしまいました。
Saifu o otoshite shimaimashita.
Saya telah menjatuhkan dompet saya (dalam kasus ini si pembicara kehilangan dompetnya dan dia melakukannya dengan tidak sengaja/tidak tau dan sebenarnya dia tidak ingin menjatuhkan dompetnya).
しまった、宿題を忘れてしまった。
Shimatta, shukudai o wasurete shimatta.
Oh tidak, saya telah melupakan PR (tentu saja dalam kasus ini si pelaku kelupaan dengan PR-nya bukan melupakan dengan sengaja).
Pola ~te shimau (~てしまう) ini juga sering disingkat dalam pembicaraan santai menjadi ~chau (~ちゃう). Contoh:
お兄ちゃん、今晩は寒いよ、ジャケットを着てください、風邪が引いちゃうよ。
Oniichan, konban wa samui yo, jaketto o kite kudasai, kaze ga hiichau yo.
Kakak, malam ini dingin, pakailah jaketmu nanti kamu kena flu lho.
Untuk akhiran te menjadi chau (ちゃう) seperti yang di atas, dan akhiran nde menjadi jau (じゃう). Contoh:
私は全部食べちゃった。
Watashi wa zenbu tabechatta.
Saya telah memakan semua kuenya (tidak sadar sampai makanannya dihabiskan semua).
父はもう死んじゃった。
Chichi wa mou shinjatta.
Ayahku sudah meninggal (sebenarnya tidak ingin ayahnya meninggal).
Satu lagi yang perlu diketahui, yaitu ~chimau (~ちまう) dan ~jimau (~じまう), yang ini sama dengan ~chau (~ちゃう) dan ~jau (~じゃう) namun terdengar lebih kasar dan jarang digunakan. Contoh:
風邪が引いちまうよ。
Kaze ga hiichimau yo.
Nanti bisa kamu kena flu.
父はもう死んじまった。
Chichi wa mou shinjimatta.
Ayahku udah meninggal.
Baca juga: Bentuk Pengandaian dalam Bahasa Jepang (~ば、~たら、~なら、~と)

Pelajaran kali ini sampai di sini dulu, semoga cepat mengerti ya^^, amiin, sampai ketemu di pelajaran bahasa Jepang berikutnya ya, jaa mata ne
Baca Juga

7 komentar:

  1. Tolong jelasin kak penggunaan dr kata shinu berubah jd shinjau..deru-dechau...dekiru-dekichau...aku perna dengar orang jepang ngomong kyk gt...tolong jelasin kak biar aku bisa ngerti dan tahu cara perubahan kalimatnya..mksh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. shinjau adalah singkatan dari kata shinde shimau, kata ini memiliki arti "akan mati" dengan yang ngomong sebenarnya tidak menginginkan sesuatu/seseorang itu akan mati.

      Eren yamero, ano chouoogata no kyojin to tatakaeba omae ga shinjau yo
      Eren hentikan, jika kau bertarung dengan kolosal kyojin itu kau bisa(akan) mati (dan aku tak menginginkan hal itu terjadi)

      dekichau juga artinya sama yaitu sesuatu yang nanti bisa keluar (dan hal ini tidak diinginkan oleh si pembicara)

      Hapus
  2. Maaf ka tolong jelasin dekiru kan artinya bisa, ko kata sensei dekichau bisa keluar?

    BalasHapus
  3. Min, tanya, kalau akhiran chai itu, apa singkatan atau bentuk informal dari te shimau?

    BalasHapus
  4. Bentuk nai+te shimau bisa gak kak??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa, pola ~te shimau hanya untuk kata kerja bentuk positif.

      Hapus
  5. Bentuk nai+te shiamu bisa ka?

    BalasHapus

Pastikan menampilkan nama/username saat berkomentar, jika usernamenya "Unknown / Tidak diketahui" maka komentarnya tidak bisa ditampilkan.